Pabrik packaging tak jarang memiliki batasan teknis dalam pembuatan kemasan. Limit ini biasanya terjadi karena teknologi, material, dan juga desain kemasan yang akan digunakan. Nah, agar tidak salah pilih, Anda perlu mengenali barier limitasi dan produk yang tidak cocok menggunakan kemasan fleksibel.
Barrier Limitation Kemasan Fleksibel

Material yang digunakan oleh pabrik packaging seringkali masih memiliki batasan atau limit tertentu sekalipun teknologi yang digunakan sudah canggih. Berikut merupakan beberapa barrier limitation yang dimiliki oleh flexible packaging:
1. Daya Tahan Cahaya
Menggunakan kemasan fleksibel sangat memungkinkan Anda custom material dan fitur tambahan. Jika Anda tidak menggunakan lapisan tambahan seperti aluminium ataupun metalize, kemungkinan besar produk tidak memiliki proteksi yang baik terhadap sinar matahari.
Tidak hanya mengurangi masa pakai produk, cahaya bisa mengurangi kualitas produk. Mulai dari mengoksidasi lemak, mengubah warna produk, bahkan merusak kandungan gizi yang ada.
2. Penyegelan Lemah
Proses pengisian produk dalam flexible packaging seringkali dilakukan secara massal. Jika Anda melakukan pengisian secara manual produk bubuk ataupun cairan lain seperti minyak, ada kemungkinan produk tersebut menempel di area segel. Kondisi ini membuat penyegelan tidak rapat secara maksimal.
3. Tekukan Terbatas
Setelah produk selesai dikemas, tentu akan lebih mudah jika produk ditata. Terlebih dalam proses distribusi jarak jauh. Namun, jika menggunakan kemasan fleksibel, Anda tidak boleh terlalu sering menekuk dan melipat produk. Sebab, lapisan alumunium yang ada di dalamnya akan rusak dan mengakibatkan masuknya oksigen.
Produk yang Tidak Cocok Menggunakan Kemasan Fleksibel

Dibalik kepopulerannya, kemasan fleksibel tidak cocok digunakan dalam beberapa kategori produk. Bahkan, jika dipaksa akan berisiko tinggi. Anda perlu menghindari penggunaan kemasan fleksibel pada beberapa produk berikut ini:
1. Produk yang Mudah Hancur
Pabrik packaging menggunakan kemasan fleksibel yang tidak memiliki pelindung beban. Sehingga produk Anda yang ringkih seperti snack renyah, keripik, dan lainnya akan kurang cocok jika menggunakan kemasan ini. Agar lebih aman, Anda perlu menambahkan gas nitrogen sehingga produk bisa menggembung.
2. Produk Berbentuk Tajam
Daya tahan kemasan fleksibel terhadap tusukan sangatlah rendah. Sekali saja terkena tusukan, lapisan kemasan akan rusak. Anda perlu mempertimbangkan menggunakan kemasan fleksibel untuk produk potongan daging yang masih ada tulangnya, kerang beku yang ada cangkangnya, dan lain sebagainya.
3. Produk dengan Akurasi Tinggi
Menggunakan produk hingga tetesan terakhir seringkali menjadi pilihan konsumen. Oleh karena itu, jika mengemas obat-obatan, skincare cair, dan juga kosmetik bertekstur, Anda perlu menghindari kemasan fleksibel. Jenis kemasan ini sulit dikosongkan hingga tetes terakhir. Selain itu, juga tidak mendukung penggunaan kemasan berulang.
Bingung Memilih Flexible Packaging atau Rigid Packaging?
Pabrik kemasan Surabaya tidak akan jauh-jauh dari 2 jenis kemasan ini. Keduanya memiliki daya tahannya masing-masing. Anda bisa memutuskan untuk menggunakan rigid packaging jika produk bersifat sensitif dan membutuhkan masa simpan yang lebih dari 2 tahun.
Sebaliknya, Anda bisa menggunakan kemasan fleksibel jika produk memiliki perputaran yang cepat. Kepraktisannya bisa menekan biaya pengiriman. Jika Anda bingung menentukan jenis kemasan fleksibel yang ingin digunakan, konsultasikan saja bersama pabrik kemasan Surabaya.
Brand: Simpatik Indonesia
Alamat: Simo Jawar No 3-5, Surabaya
No. WhatsApp/Telp: 08113027373 / 0317482828
Website: https://simpatikindonesia.com/
